Entry: Theory of Second Child Dec 17, 2007




Kamu anak ke berapa dalam urutan keluarga kamu? Anak ke dua kah? kalau bukan coba lihat anak kedua di keluarga kamu, atau di keluarga lain. Setelah saya perhatikan mayoritas anak ke dua, sering jadi anomaly atau punya keunikan yang cukup signifikan dengan anggota keluarga yang lain (kakak atau adik), entah dari, sifat, intelligentsia, interest, cara berpikir. Contohnya : ayah saya, paman dari ibu, teman saya, dan juga saya. Believe or not, coba aja perhatikan .

 

Kaka saya baru punya anak perempuan ke dua, dengan beda usia dengan anak pertamanya hanya 18 bulan. Kakak saya bilang dia agak kasihan dengan anak ke-duanya karena dia merasa masih senang-senangnya, masih ingin mempunyai banyak waktu untuk bersama si anak pertama, sehingga dia kadang mengabaikan anak keduanya yang masih sangat tergantung padanya.

 

Kaka saya merasa bersalah dan dia bilang anak keduanya itu "sad baby". Kebetulan keluarga saya keluarga batak, dan kehadiran anak laki-laki sangat ditunggu (suks yeah!), Ponakan saya yang "sad baby" ini perempuan dan kakanya juga perempuan , waktu hamil anak kedua ini jenis kelaminnya gak terdeteksi, sehingga keluarganya punya pengharapan kalau dia anak laki-laki, terutama suami kaka saya , mama saya, dan kaka saya sendiri (dia terbeban krn pengharapan org lain), hal ini memperkomplit beban anak ke dua.

 

Saya yakin walau mereka tetap di besarkan dengan layak, bayi-bayi kedua itu pasti bisa merasakan ignorance dari sekelilingnya, sekecil apapun bentuknya.

 

So please everybody before you think to have second baby, prepare yourself not less from the first baby

   1 comments

riska
December 18, 2007   02:00 PM PST
 
kakak saya yg kedua, cowok, paling item, paling nakal, sekarang uda meninggal..

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments